Categories
Pendidikan

Konsep dan Indikator Kemiskinan Versi Pemerintah Indonesia

Konsep dan Indikator Kemiskinan Versi Pemerintah Indonesia
Konsep dan Indikator Kemiskinan Versi Pemerintah Indonesia

Aspek-Aspek Kemiskinan

Masalah kemiskinan ada lima aspek, yaitu persentase penduduk miskin, pendidikan (terutama ketidaktahuan), kesehatan (termasuk kematian bayi dan gizi buruk anak balita), pekerjaan dan ekonomi (konsumsi) / Modal). Bappenas (2004) mendefinisikan kemiskinan sebagai kondisi seseorang atau sekelompok orang, pria dan wanita yang tidak dapat memenuhi hak-hak dasar mereka untuk hidup dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Hak-hak dasar masyarakat pedesaan adalah hak untuk memenuhi kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal, air minum, tanah, sumber daya alam dan lingkungan, rasa aman terhadap perawatan atau ancaman kekerasan dan partisipasi dalam kehidupan sosial. politik untuk wanita dan pria. Untuk mewujudkan hak-hak dasar kaum miskin, Bap tidak menggunakan banyak pendekatan utama, termasuk pendekatan kebutuhan dasar, pendekatan pendapatan, pendekatan kapasitas dasar dan pendekatan objektif dan subyektif.

Pendekatan kebutuhan dasar menganggap kemiskinan tidak mampu memenuhi kebutuhan minimum seseorang, keluarga dan masyarakat, termasuk makanan, pakaian, perumahan, perawatan kesehatan, pendidikan, persediaan air dan sanitasi. Menurut pendekatan pendapatan, kemiskinan dihasilkan dari dominasi yang rendah dari aset dan kendaraan produktif seperti tanah dan lahan pertanian atau ladang yang secara langsung mempengaruhi pendapatan tanah. Pendekatan ini secara ketat menentukan tingkat pendapatan dalam suatu komunitas untuk membedakan kelas sosial seseorang. Kapasitas terbatas ini memungkinkan orang miskin untuk terlibat dalam pengambilan keputusan. Pendekatan objektif, juga disebut pendekatan kesejahteraan, menekankan penilaian normatif dan kondisi yang harus dipenuhi untuk menghilangkan kemiskinan. Pendekatan subyektif mengevaluasi kemiskinan berdasarkan pada pandangan atau pendapat orang miskin sendiri (Stepanek, 1985).

Pendekatan Indikator Kemiskinan

Indikator utama kemiskinan berdasarkan pendekatan di atas yang dinyatakan oleh Central Statistics Institute meliputi:

  • Ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dasar (pakaian, makanan dan tempat tinggal).
  • Kurangnya akses ke kebutuhan hidup penting lainnya (kesehatan, pendidikan, sanitasi, air bersih dan transportasi).
  • Tidak ada jaminan masa depan (karena kurangnya investasi dalam pendidikan dan keluarga).
  • Kerentanan terhadap guncangan individu atau besar.
  • Sumber daya manusia rendah dan sumber daya alam terbatas.
  • Kurangnya penghargaan dalam kegiatan sosial masyarakat.
  • Kurangnya akses ke pekerjaan dan mata pencaharian berkelanjutan.
  • Ketidakmampuan untuk mencoba karena cacat fisik atau mental.
  • Kecacatan dan kecanduan sosial (anak-anak terlantar, perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga, janda miskin, kelompok marjinal dan jauh).


Menurut Bappenas (2006)

Indikator kemiskinan adalah kecukupan dan kualitas makanan terbatas, akses terbatas dan layanan kesehatan berkualitas rendah, akses terbatas dan layanan pendidikan berkualitas rendah, akses terbatas ke air bersih, akurasi buruk dan kontrol kepemilikan. degradasi lahan, kondisi lingkungan dan sumber daya. beban populasi yang besar disebabkan oleh alam, keamanan keamanan yang buruk, partisipasi yang buruk, dan jumlah orang yang mereka andalkan, dan tekanan hidup yang membimbing imigrasi.

Baca juga Artikel Lainnya :

Categories
Pendidikan

Karakteristik atau Ciri-Ciri Orang Miskin

Karakteristik atau Ciri-Ciri Orang Miskin

Karakteristik atau Ciri-Ciri Orang MiskinKarakteristik Kemiskinan

Emil Salim (1976) mengemukakan lima karakteristik kemiskinan, lima karakteristik kemiskinan:

  • Orang miskin seringkali tidak memiliki faktor produksi sendiri.
  • Tidak mungkin mendapatkan aset produksi dengan kekuatan Anda sendiri.
  • Tingkat pendidikan secara umum.
  • Banyak yang tidak memiliki fasilitas.
  • Mereka mencoba menjadi relatif muda di antara mereka dan tidak memiliki keterampilan atau pendidikan yang tepat.


Ciri-Ciri Kelompok Miskin

  • Rata-rata tidak memiliki faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, peralatan kerja dan keterampilan.
  • Tingkat pendidikan rendah.
  • Mayoritas bekerja atau berbisnis di perusahaan mereka sendiri dan kecil (sektor informal), tidak lengkap atau menganggur (tidak bekerja).
  • Sebagian besar dari mereka berada di daerah pedesaan atau perkotaan tertentu (daerah kumuh).
  • (Dalam jumlah yang cukup), kebutuhan dasar, kurangnya kesempatan untuk mendapatkan pakaian, perumahan, dan layanan kesehatan sosial lainnya.


Kelompok orang miskin di komunitas pedesaan dan perkotaan umumnya dapat diklasifikasikan sebagai pekerja pertanian, petani kecil, pedagang kecil, nelayan, pengrajin kecil, pekerja, pedagang kaki lima, pedagang kaki lima, tukang cuci, pengemis, pengemis dan penganggur.


Untuk Mengukur Kemiskinan

Indonesia melalui BPS menggunakan pendekatan kebutuhan dasar yang dapat diukur dengan jumlah atau angka indeks hitungan kepala, yaitu jumlah dan persentase orang miskin di bawah garis dasar. kemiskinan. Garis kemiskinan selalu ditetapkan pada tingkat yang tetap secara nyata, sehingga kita dapat mengurangi kemiskinan dengan mengikuti kemajuan yang dicapai dalam pengurangan kemiskinan dari waktu ke waktu. Salah satu cara untuk mengukur kemiskinan di Indonesia adalah dengan mengukur tingkat ketimpangan pendapatan di antara kaum miskin, seperti koefisien Gini (GP) di antara kaum miskin atau koefisien variabel pendapatan (CVP) di antara kaum miskin. Koefisien Gini atau CV di antara orang miskin adalah penting karena dampak guncangan ekonomi terhadap kemiskinan bisa sangat berbeda tergantung pada tingkat dan distribusi sumber daya di antara orang miskin.

 

Prinsip – prinsip pengukuran kemiskinan:

  • Independensi anonimitas, ukuran cakupan kemiskinan, tidak boleh bergantung pada siapa yang miskin atau apakah negara itu memiliki populasi besar atau kecil.
  • Monotenity, yaitu, jika kita memberikan sejumlah uang kepada seseorang di bawah garis kemiskinan, jika semua pendapatan lain perlu distabilkan, kemiskinan yang dihasilkan tidak bisa lebih tinggi dari sebelumnya.
  • Sensitivitas distribusi, yang, antara lain, menunjukkan bahwa jika pendapatan ditransfer dari si miskin ke si kaya, ekonomi pada akhirnya akan semakin buruk.

 

 

 

Sumber : https://materi.co.id/

Categories
Pendidikan

Ekonomi Manjerial dalam Mengambil Keputusan

Ekonomi Manjerial dalam Mengambil Keputusan

Ekonomi Manjerial dalam Mengambil Keputusan

Pengambilan Keputusan pelaku ekonomi dalam menentukan pilihan yang beresiko memerlukan informasi. Salah satu masalah terbesar yang dihadapi para pengambil keputusan ialah bagamimana memperoleh informasi yang :

  • dapat dipercaya
  • relevan
  • mutakhir.

Informasi yang didapat dari berbagai cara dan sumber ini sangat membantu dalam pengambilan keputusan, akan tetapi informasi-informasi tersebut harus kita analisa lagi untuk melakukan langkah selanjutnya.

Informasi awal yang didapat memerlukan suatu proses analisis yang tepat, agar keputusan yang diambil tidak beresiko bahkan akan meningkatkan keuntungan. Ekonomi Manajerial adalah aplikasi teori ilmu ekonomi mikro untuk mengambil keputusan-keputusan manajerial. Dalam menganalisa materi ekonomi guna pengambilan keputusan memererlukan sedikit bahasan aljabar.

Teori kesejahteraan pertama dan pasar bersaing sempurna adalah ringkas esensi ilmu ekonomi mikro. Membahas model pengambilan keputusan konsumen dan produsen. Cara membahas yang efisien adalah dengan berangkat dari asumsi standar pelaku ekonomi yang rasional dan selalu menghadapi law of diminishing returns. Hukum ini bekerja dalam proses konsumsi dan produksi. Pada dasarnya karakteristik fungsi produksi dengan asumsi law of diminishing returns akan muncul dalam fungsi biaya. Dengan fungsi biaya tersebut, produsen menghadapi harga yang muncul dari struktur pasar tertentu. Struktur pasar yang terjadi bisa diidentifikasi dengan satu variabel, yaitu entry barriers. Peringkat entry barriers pasar adalah monopoli, oligopoli, persaingan monopolistik (monopolistic competition) dan pasar bersaing sempurna. Di struktur pasar oligopoli dimana produsennya sedikit, sehingga masing-masing mempunyai kekuatan pasar (market power), proses optimalisasinya akan memperhitungkan aksi/reaksi kompetitornya. Analisis perilaku strategis ini dibahas dengan perangkat game theory. Pola pengambilan keputusan pelaku ekonomi menentukan pilihan yang beresiko. Pelaku ekonomi tetap mengoptimalkan utility mereka. Karena pilihannya beresiko, hasil keputusan menjadi tidak pasti. Pelaku ekonomi hanya bisa mengharapkan perubahan utility mereka setelah mengambil keputusan beresiko.

Esensi ilmu ekonomi adalah memaksimumkan utility pelaku ekonomi dengan kendalanya masing-masing. Pola pikir ini persis dengan teknik matematika optimalisasi Lagrange yang biasa dipelajari.

 

Penawaran dan Permintaan

Esensi ilmu ekonomi mikro adalah teori alokasi harga. Harga dibentuk oleh pasar yang mempunyai dua sisi, yaitu penawaran dan permintaan. Harga yang merupakan sinyal kelangkaan (scarcity) suatu sumberdaya ini mengarahkan pelaku ekonomi untuk mengalokasikan sumberdayanya. Pasar sendiri terkadang menghasilkan harga yang fluktuatif atau tidak mencerminkan nilai barang yang sesungguhnya. Oleh karena itu pemerintah/produsen perlu melakukan intervensi dalam penentuan harga.

 

Teori Kesejahteraan Ekonomi Pertama

Penyegaran teori ekonomi, yaitu dengan menampilkan teori kesejahteraan ekonomi pertama. Dalam hal ini pembahasan menekankan teknik analisis general equilibrium. Permasalahan ekonomi muncul jika ada kegagalan pasar (market failures). Faktor-faktor yang menyebabkan munculnya kegagalan pasar adalah kekuatan pasar, infromasi asimetris, eksternalitas atau barang-barang publik. Kegagalan pasar merupakan inti permasalahan dalam perekonomian.

 

Pasar Bersaing Sempurna : Struktur Pasar Laboratorium

Pasar bersaing sempurna adalah pasar khayalan yang amat ideal. Model ini membentuk skenario yang menghasilkan alokasi sumberdaya secara optimal. Model ini adalah skenario standar ilmu ekonomi. Oleh karena itu, membahas asumsi-asumsi yang melandasi terbentuknya pasar bersaing sempurna.

Model ekonomi adalah sebuah penyederhanaan fenomena-fenomena ekonomi yang tentu saja sangat simpel. Model pasa bersaing sempurna adalah syarat perlu untuk bisa menangkap fenomena perekonomian secara lebih muda dan konsisten. Fenomena-fenomena ekonomi, bahkan kebayakan aspek kehidupan, bisa dijelaskan dengan mengidentifikasi pelanggaran asumsi-asumsi pasar bersaing sempurna.

 

Konsumen

Konsumen yang melakukan optimalisasi konsumsi yang membentuk permintaan individu, terbentuknya permintaan pasar dan menampilkannya dalam model yang bisa diestimasi (statictical model). Tampilan eksplisit fungsi utilitas dan permintaan yang “indah” adalah fungsi Cobb-Douglas. Aplikasi mengindentifikasi konsumsi (alokasi sumberdaya) yang tidak efisien dari kacamata masyarakat (social cost).

 

Produsen : Cobb-Douglas

Proses produksi standar (dengan asumsi law of diminishing returns) dan karakteristik-karakteristik optimality-nya ditampilkan secara eksplisit dengan fungsi produksi Cobb-Douglas. Dengan model fungsi Cobb-Douglas, diperkenalkan pelanggaran-pelanggaran asumsi standar tertentu.

 

Penyegaran Statistika

Nilai estetika adalah statistik krusial dalam banyak keputusan produsen atau regulator. Untuk mendapatkan nilai elasitisitas, perlu melakukan estimasi.

Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana menarik data, menganalisis, meringkas dan menampilkan data tersebut sehingga menjadi lebih informatif. Standardisasi proses tersebut menjadikan statistika bahasa bahasa baku penelitian. Pelajaran statistika biasanya ditangkap sebagai keterampilan teknis menghitung statistik. Pola pikir statistik sulit terbentuk, baik dalam penelitian maupun dalam realita/observasi. Dengan demikian peluang salah kaprah yang banyak terjadi dalam statistik bisa lebih kecil.

 

Elastisitas

Dalam ilmu ekonomi, konsep elastisitas mengukur respons perubahan suatu variabel terhadap variabel lainnya. Elastisitas harga mengukur dampak permintaan suatu barang jika harga barang tersebut berubah. Permintaan suatu produk juga berubah karena perubahan pendapatan dan harga barang lain. Nilai elastisitas merupakan faktor penting untuk menentukan harga suatu produk. Produsen yang mempunyai market power menggunakan nilai elastisitas harga untuk mengoptimalkan keuntungannya. Nilai elastisitas bisa diestimasi dengan menggunakan teknik regresi.

 

Law of Diminishing Returns dan Struktur Biaya

Informasi yang terkandung dalam fungsi biaya adalah sama dengan informasi yang ada di dalam fungsi produksi, kemudian memasukkan faktor competitive market demand, dan menampilkan perilaku produsen dalam memgambil keputusan dengan kendala struktur ongkos standar dan competitive market demand.

 

Analisis Keuntungan

Tujuan produsen adalah mengoptimalkan keuntungan. Jika produsen harus rugi, kerugiannya harus minimal. Dalam kondisi standar, yaitu dengan asumsi adanya law of diminishing returns dalam proses produksi, perusahaan bisa memperoleh keuntungan di atas normal. Namun, keuntungan di atas normal akan dieliminasi oleh pendatang baru. Dan, akhirnya semua produsen akan menikamti keuntungan normal. Perusahaan akan tetap memilih beroperasi meskipun mengalami kerugian, asalkan perusahaan masih mampu menutupi biaya variabel.

 

Pricing : Diskriminasi Harga

Pricing membahas bagaimana penjual menentukan harga produknya (secara optimal). Untuk itu, secara umum, penjual memerlukan informasi elastisitas konsumen. Elastisitas konsumen bervariasi bergantung pada masing-masing individu, kelompok individu, waktu konsumsi dan akumulasi konsumsi.

 

Struktur Pasar

Harga adalah faktor utama dalam mengalokasikan sumberdaya pelaku ekonomi. Harga diproduksi oleh pasar. Ada beberapa struktur pasar yaitu : pasar bersaing sempurna, monopoli, oligopoly dan kompetisi monopolistik (monopolistic competition). Variasi struktur pasar bisa diindikasikan dengan tingkat/derajat kekuatan pasar (market power).

 

Regulasi Pasar

Pemerintah sering meregulasi pasar. Dampak dari regulasi selalu akan tercermin di harga. Jika pemerintah mengeluarkan lisensi monopoi kepada pelaku ekonomi untuk suatu produk, maka harga produk tersebut akan menjadi relatif lebih tinggi dibandingkan dengan harga internasional. Harga yang tinggi ini akan menyenangkan produsen, tapi merugikan konsumen. Salah satu tujuan pemerintah adalah transfer pendapatan dari kelompok ekonomi yang satu ke yang lain.

Selain transfer pendapatan, regulasi bertujuan untuk merealokasikan sumberdaya sehingga menjadi optimal. Jika regulasi untuk efisiensi maka regulator akan mendapat pembenaran jika regulasi bersifat menghilangkan atau mengurangi derajat kegagalan pasar tanpa mengakibatkan kegagalan pasar di produk lainnya.

 

Expected Utility dan Analisis Judi

Secara umum, pelaku ekonomi menghadapi pilihan-pilihan yang beresiko dalam menentukan pilihan-pilihan beresiko yaitu teori expected utility.

 

Aplikasi Game Theory : Cheating

Pasar bersaing sempurna merupakan institusi pasar ideal dengan jumlah pemain banyak. Namun, dalam realita biasanya jumlah pemain dalam pasar “sedikit” seperti dalam struktur pasar oligopoli. Dalam hal ini pemain-pemain pasar, terutama para penjual akan berperilaku strategis. Game theory yang sekarang mendominasi aplikasi kebijakan-kebijakan ekonomi.

 

Asymmetric Information : Lemon

Dalam pasar bersaing sempurna, para pelaku ekonomi mengerti perilaku ekonomi lain dengan sempurna (perfect foresight). Dalam realita, pemain pasar yang satu tidak mengerti dengan sempurna pelaku yang lainnya (asymmetric information).

 

Alokasi Intertemporal : Capital Budgeting

Ilmu ekonomi secara umum membahas alokasi sumberdaya (resource allocation). Dalam capital budgeting, pelaku ekonomi mengambil keputusan dalam kondisi beresiko dan bersifat intertemporal. Untuk itu biasanya digunakan teori net present value (NPV). Membandingkan tiga teori pengambilan keputusan yaitu : memaksimumkan utility, memaksimumkan expected utility dan memaksimumkan net present value.

Dalam analisa ekonomi di atas menggambarkan bagaimana harga yang diproduksi oleh struktur pasar bersaing sempurna akan mampu mengalokasikan sumberdaya secara optimal. Dalam struktur pasar bersaing sempurna, konsumen mengoptimalkan utility-nya, dan produsen mengoptimalkan keuntungannya. Asumsi standar konsumen dan produsen adalah hukum pengembalian yang semakin berkurang (law of diminishing returns). Hukum ini berlaku dalam proses konsumsi dan produksi. Selain itu, asumsi ini juga akan tercermin dalam struktur biaya (dan konsumsi), yaitu dalam bentuk kenaikan biaya marjinal yang semakin menaik.

Konsep kuantitatif yang paling penting dalam ekonomi adalah elastisitas, yang pada dasarnya mengukur perubahan permintaan suatu barang jika variabel yang mempengaruhi (misalnya pendapatan dan harga barang lain) berubah. Informasi ini penting bagi produsen yang mempunyai kekuatan pasar (market power) untuk mengoptimalkan keuntungannya dengan mengubah harga. Untuk mendapatkan angka elastisitas, seseorang perlu melakukan estimasi statistika.

Dalam mengambil keputusan, seorang pelaku ekonomi menghadapi faktor regulasi yang diproduksi pemerintah. Regulasi akan bermuara pada perubahan harga produk, dan akhirnya pada masalah alokasi sumberdaya. Pemerintah meregulasi perekonomian karena alasan efisiensi atau distribusi pendapatan. Acuan regulasi untuk efisiensi adalah jelas yaitu konsep pareto optimal. Secara umum, pasar akan mampu mengalokasikan sumberdaya secara optimal. Selain karena alasan efisiensi, pemerintah melakukan regulasi karena alasan distribusi pendapatan. Oleh karena itu, regulasi sering menjadi target para pelobi untuk mendapatkan transfer pendapatan.

Dalam asumsi standar, faktor resiko belum muncul secara eksplisit. Dalam kondisi yang beresiko (uncertainty), pelaku ekonomi akan konsisten memaksimumkan utility-nya. Pelaku ekonomi mempunyai preference yang beragam terhadap pilihan beresiko seperti judi. Preference tersebut bergantung pada factor-faktor seperti tingkat pendapatan dan faktor inheren (misalnya kelompok masyarakat tertentu mempunyai derajat risk averse yang relatif tinggi.

Setelah melalui proses analisa ekonomi dan pertimbangan-pertimbangan untung/ruginya pelaku ekonomi dapat menarik suatu kesimpulan, yang selanjutnya bisa dijadikan sebagai keputusan.

 

Sumber : https://seputarilmu.com/

Categories
Pendidikan

Teknik Peramalan

Teknik Peramalan

Teknik Peramalan
Peramalan atau forecast adalah merupakan suatu fungsi bisnis yang berusaha memperkirakan penjualan dan pengunaan produk sehingga produk-produk itu dapat dibuat dalam kuantitas yang tetap (Gaspersz, 2001). Tujuan dari peramalan adalah untuk menentukan jumlah permintaan produk pada masa yang akan datang.

Ada 4 kelompok umum teknik peramalan yang sering digunakan, yaitu:

  • Teknis;
  • Fundamental;
  • Market based; dan
  • Perpaduan (mixed forecasting).

 

1. Peramalan Teknis

Peramalan ini menggunakan data tingkat kurs historis dan kadang kala peramalan dilakukan hanya dengan pengamatan data tanpa menggunakan perhitungan statistik. Namun tidak jarang pula perhitungan statistik disertakan dalam peramalan. Selain itu, juga ada beberapa model time series yang digunakan untuk pengujian move average sehingga para peramal dapat melakukan interpretasi yang didasarkan pada pengujian tersebut. Tentu saja cara pengujian ini tidak dipublikasikan seara luas guna mencegah pembajakan terhadap cara perhitungan tersebut. Jika data historis yang ada menampakkan pola yang random, maka peramalan teknis ini kurang begitu tepat untuk diterapkan.

 

2. Peramalan Fundamental

Peramalan ini didasarkan pada hubungan fundamental antara variabel ekonomi dan tingkat kurs. Dengan pemberian nilai tertentu pada variabel-variabel tadi, maka perusahaan dapat mengembangkan proyeksi tingkat kurs di masa yang akan datang. Peramalan dilakukan dengan cara memberikan penilaian subjektif pada tingkat dimana pergerakan variabel ekonomi secara umum akan mempengaruhi tingkat kurs. Dari perspektif statistikal, peramalan dilakukan berdasar pada ukuran kuantitatif pengaruh variabel ekonomi pada tingkat kurs.

Sebenarnya fokus yang akan dijelaskan di sini adalah dua dari banyak faktor yang mempengaruhi nilai mata uang. Namun, sebelumnya kita asumsikan bahwa materi yang akan di bahas adalah peramalan perubahan persentase tingkat kurs, pound Inggris terhadap dolar Amerika pada kuartal yang akan datang. Dan untuk lebih mudahnya , diasumsikan bahwa peramalan terhadap nilai pound hanya dipengaruhi oleh dua faktor:

  • Inflasi di Amerika Serikat relatif terhadap inflasi di Inggris.
  • Perubahan pendapatan di Amerika Serikat relatif terhadap pertumbuhan pendapatan di Inggris.

Langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan bagaimana pengaruh kedua variabel ini terhadap nilai pound berdasarkan pada data historis yang dapat dilakukan dengan menggunakan analisis regresi. Pertama-tama dilakukan pengumpulan data kuartalan inflasi dan tingkat pertumbuhan pendapatan di Amerika Serikat dan Inggris. Variabel dependennya adalah perubahan persentase kuartalan pada nilai pound (di singkat BP), sedangkan variabel independennya dapat ditetapkan sebagai berikut:
Perubahan persentase perbedaan inflasi di masa lampau (tingkat inflasi Amerika Serikat dikurangi tingkat inflasi Inggris), disingkat menjadi INF.
Perubahan persentase perbedaan pertumbuhan pendapatan di masa lampau (pertumbuhan pendapatan di Amerika Serikat dikurangi pertumbuhan pendapatan di Inggris).

Dengan demikian dapat diperoleh persamaan regresinya sebagai berikut:

BP = b₀ + b₁ INF + b₂ PDT + E

Dimana b₀ merupakan konstanta, b₁ mengukur sensitivitas pengaruh perubahan INF pada BP, b₂ mengukaur sensitivitas pengaruh perubahan PDT terhadap BP, dan E mewakili error.

Untuk lebih memeperjelas, maka kita beri nilai pada koefisien regresi di atas sebagai berikut: b₀ = 0,02, b₁ = 0,8, dan b₂ = 1,0. Dan untuk melakukan peramalan kita asumsikan bahwa INF sebesar 4% dan PDT sebesar 2%. Dengan demikian, hasil persamaan regresinya dapat kita cari sebagai berikut:

BP = b₀ + b₁ INF + b₂ PDT

= 0,02 + 0,8 (4%) + 1,0(2%)

= 5,4%

Dari hasil tersebut dapat di interpretasikan bahwa nilai pound akan mengalami apresiasi sebesar 5,4% pada kuartal yang akan datang.

Model diatas dengan dua faktor yang di analisis merupakan model yang sederhana. Bila lebih dari dua faktor, maka kita gunakan model full blown regression yang dapat di tuliskan persamaannya sebagai berikut:

BP=b₀+b₁x₁+b₂x₂+…….bn xn + E

Dalam penggunaan model regresi untuk melakukan peramalan berbasis pada data historis, kadang kala ada beberapa faktor yang memiliki pengaruh cukup kuat pada perubahan yang tidak dapat diidentifikasi. Bila hal ini tidak diantisipasi maka hasil peramalan akan menjadi tidak akurat. Untuk mengatasi hal ini, maka perlu dilakukuan peramalan guna mengetahui berapa besarnya pengaruh dari faktor-faktor yang tidak dapat diidentifikasi tersebut. Peramalan ini lebih dikenal dengan analisis sensitivitas yang dapat dituliskan model persamaannya sebagai berikut:

et = ao + a1 INFt + a2 INFt-1 + µ

keterangan :

et = perubahan persentase kurs selama peride-t

a0,a1,a2 = koefisien regresi

INFt = diferensial suku bunga riil pada periode-t

INFt-1 = diferensial inflasi pada periode t-1

Keterbatasan peramalan fundamental

Peramalan fundamental memiliki empat keterbatasan :
Ketidakpastian pengaruh suatu faktor pada waktu tertentu.
Diperlukannya peramalan untuk faktor-faktor yang memiliki pengaruh langsung, pada nilai kurs.
Tidak semua faktor yang relevan dimasukkan dalam model.
Adanya perubahan sensitivitas pergerakan mata uang sepanjang waktu, hal ini disebabkan karena tidak ada satupun yang konstan di pasar sepanjang waktu selain perubahan itu sendiri, sehingga nilai-nilai koefisien di dalam model regresi akan selalu berubah.

Dalam peramalan fundamental bisa juga digunakan teori paritas daya beli (PPP). Namun pada kenyataannya, penggunaan teori PPP ini tetap tidak dapat menghasilkan peramalan yang akurat dengan alasan sebagai berikut: (1) Ketidakpastian pengaruh fluktuasi inflasi pada pola perdagangan, demikian juga pada tingkat bunga, (2) data ynag digunakan untuk mengukur harga relative pada dua Negara tidak akurat, (3) hambatan perdagangan dapat mengganggu pola perdagangan, (4) faktor lain seperti perbedaan tingkat bunga antar negara juga mempengaruhi tingkat inflasi. Alasan-alasan ini membuktikan bahwa perbedaan inflasi semata tidaklah cukup untuk melakukan peramalan. Namun, perbedaan inflasi tetap merupakan satu faktor yang penting guna melakukan peramalan.

 

3. Peramalan Metode Market-based

Metode ini menggunakan indikator-indikator pasar yang biasanya didasarkan pada (1)kurs spot atau (2) kurs forward. Alasan mengapa kurs spot digunakan sebagai dasar peramalan market-based dapat dijelaskan dengan contoh sebagai berikut. Bila di-asumsikan bahwa poundsterling akan mengalami apresiasi terhadap dolar, maka hal ini dapat mendorong spekulator untuk membeli pound dengan dolar, dan dengan demikian akan mempercepat apresiasi. Demikian pula sebaliknya, bila pounds akan mengalami depresiasi terhadap dolar, maka spekulator akan menjual pound untuk ditukar dolar dengan harapan pound akan dapat dibeli kembali dengan harga yang lebih rendah nantinya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa nilai pound dipasar saat ini mencerminkan nilai di masa yang akan datang. Dengan mengamati spot rate ini, maka perusahaan dapat melakukan peramalan nilai mata uang di masa yang akan datang.

Alasan mengapa kurs forward juga dapat digunakan sebagai dasar peramalan market-based dapat dijelaskan sebagai berikut. Misalnya, harga 1,4 dolar sama dengan 1 pound dan dalam 30 hari mendatang di perkirakan menjadi 1,45 dolar. Hal ini akan mendorong spekulator untuk membeli pound agar 30 hari mendatang mereka mendapatkan keuntungan $0,5 dari setiap pound yang mereka beli. Dan dapat muncul kemungkinan bahwa tingkat harga dolar berhenti hanya $1,45 karena pada tingkat harga itulah spekulator mendapatkan keuntungan yang direncanakan sehingga mereka tidak lagi membeli pound. Hal ini menjadi penyebab mengapa harga pound tetap pada $1,45. Spekulator menganggap bahwa mereka tidak mendapatkan keuntungan bila tidak berada di tingkat yang telah mereka rencanakan. Meskipun dari awal yang dibahas dalam paparan ini adalah peramalan, namun sesungguhnya tindakan spekulasilah yang mampu mendorong kurs forward kearah yang diinginkan.

 

4. Perpaduan Mixed Forecasting

Mixed forecasting dapat dilakukan bila masing-masing teknik peramalan memiliki tingkat superioritas yang sama. Cara melakukan mixed forecast ini adalah dengan menimbang hasil proyeksi masing-masing teknik dengan total timbangan lebih tinggi. Dan MNC dapat mengukur ketidakpastian.

 

Sumber : https://sarjanaekonomi.co.id/

Categories
Pendidikan

Tipe Permintaan

Tipe Permintaan

Tipe Permintaan

Terdapat tiga tipe perilaku permintaan, yaitu pola tren, siklus, dan musiman.

TREN

Tren menunjukkan pergerakan permintaan dengan pola pergerakan naik atau turun secara bertahap dalam jangka panjang. Contohnya, permintaan komputer menunjukkan permintaan yang semakin meningkat pada dekade terakhir tanpa adanya kecenderungan penurunan permintaan di pasar. Tren merupakan pola paling mudah untuk mendeteksi perilaku permintaan dan seringkali juga menjadi titik awal untuk mengembangkan peramalan.

SIKLUS

Siklus merupakan pergerakan permintaan yang naik dan turun yang berulang dan terjadi dalam jangka panjang (lebih dari satu tahun). Contohnya, permintaan peralatan olahraga musim dingin akan naik tajam setiap empat tahun sebelum dan sesudah diadakannya olimpiade musim dingin. Gambar berikut menunjukkan suklus. Pada gambar tersebut Anda dapat perhatikan bahwa pola naik dan turun selalu berulang dalam jangka waktu yang kurang lebih sama.

POLA MUSIMAN

Pola musiman merupakan pola permintaan yang bergerak bebas dan muncul secara periodik dalam jangka pendek serta berulang. Pola musiman seringkali berkaitan dengan kondisi musim. Contohnya, pada musim hujan permintaan payung dan jas hujan semakin meningkat, atau meningkatnya permintaan seragam pada setiap awal tahun ajaran baru. Namun demikian, pola musiman dapat muncul harian maupun mingguan. Contohnya, restauran akan mengalami jam-jam sibuk pada saat waktu makan siang dan gedung bioskop lebih ramai pada akhir minggu. Gambar berikut menunjukkan pola musiman ketika perilaku permintaan yang sama selalu berulang setiap tahun pada waktu yang sama.

 

Disamping ketiga macam pola perilaku permintaan tersebut, seringkali permintaan muncul dalam pola perilaku secara bersama, misalnya pola musiman juga mengikuti tren meningkat. Contohnya, walaupun permintaan akan peralatan olahraga ski meningkat setiap musim dingin tiba, namun demikian terdapat tren permintaan yang meningkat dalam dua dekade terakhir. Gambar berikut menunjukkan tren dengan pola musiman.

 

Peramalan permintaan merupakan dasar dari keseluruhan keputusan perencanaan strategik dalam suatu rantai pasok. Proses produksi sangat dipengaruhi oleh peramalan, baik push process maupun pull process. Untuk proses produksi yang bersifat push process (jumlah produksi ditentukan oleh manajemen), semua proses dilakukan sebagai bentuk respon terhadap permintaan pelanggan. Untuk push process, manajer harus merencanakan tingkat produksi. Apabila permintaan naik, maka perusahaan harus mampu mengakomodasi kenaikan tersebut. Sedangkan pada pull process, manajer harus merencanakan tingkat ketersediaan kapasitas dan persediaan. Untuk kepentingan tersebut, manajer mula-mula harus meramalkan bagaimanakah pola permintaan pelanggan nantinya.

Peramalan memiliki karakteristik tertentu. Perusahaan harus bersikap hati-hati terhadap karakteristik peramalan sebagai berikut:

Peramalan selalu salah atau tidak tepat, oleh karenanya selalu terdiri dari nilai yang diharapkan sekaligus pengukuran kesalahan peramalan. Untuk memahami pentingnya pengukuran kesalahan peramalan, perhatikan contoh berikut. Terdapat dua dealer mobil, salah satu dari mereka berharap penjualan berada pada kisaran 100 dan 1.900 sedangkan yang lain berharap penjualan berkisar pada 900 dan 1.100. Walaupun kedua dealer tersebut mengantisipasi permintaan dengan menghitung rata-rata sebesar 1.000, sumber peramalan kedua dealer tersebut tentunya tidaklah sama. Oleh karenanya, kesalahan peramalan (atau ketidakpastian permintaan) haruslah digunakan sebagai input utama dalam keseluruhan keputusan rantai pasok. Perkiraan mengenai ketidakpastian permintaan seringkali dilupakan dalam melakukan peramalan, sehingga menghasilkan estimasi yang sangat luas diantara tahap-tahap dalam rantai pasok.
Peramalan jangka panjang seringkali kurang akurat dibandingkan dengan peramalan jangka pendek. Oleh karena itu, peramalan jangka panjang memiliki standar deviasi yang lebih besar daripada peramlaan jangka pendek. Contohnya perusahaan 7-Eleven Japan menggunakan proses yang menyebabkan mereka pmampu merespon permintaan pelanggan dalam hitungan jam. Contohnya, jika datang pesanan pada jam 10.00, maka pesanan tersebut akan dipenuhi pada jam 19.00 pada hari yang sama. Manajer, oleh karenanya harus meramalkan apa yang mungkinakan terjual malam itu kurang dari 12 jam sebelum pembelian senyatanya terjadi. Peramalan jangka pendek tersebut mengakibatkan perhitungan yang lebih tepat daripada jika manajer melakukan peramalan secara mingguan.
Peramalan agregat seringkali lebih akurat daripada peramalan disagregat karena memiliki standar deviasi relatif terhadap mean yang lebih besar. Contohnya, untuk menghitung Gross Domestic Product (GDP) suatu negara pada suatu tahun tertentu akan lebih mudah dengan menggunakan kesalahan kurang dari dua persen. Namun sebaliknya, untuk menghitung peramalan pendapatan tahunan suatu perusahaan akan sangat sulit jika menggunakan kesalahan kurang dari dua persen. Demikian pula jika melakukan peramalan pendapatan dari suatu produk akan lebih sulit lagi jika menggunakan tingkat kesalahan yang sama. Perbedaan ketiga macam peramalan tersebut adalah pada tingkat agregasi. Perhitungan GDP merupakan kumpulan atau agregasi dari berbagai perusahaan dan penghasilan perusahaan merupakan kumpulan dari berbagai lini produk. Semakin besar tingkat agregasi, maka semakin akurat peramalan yang dilakukan.
Pada umumnya, semakin jauh rantai pasok dari pelanggan mengakibatkan semakin besarnya distorsi informasi yang diterima. Contohnya, adalah adanya bullwhip effect yaitu ketika variasi permintaan semakin menjauh dari permintaan konsumen akhir. Hasilnya, semakin panjang rantai pasok, semakin besar tingkat kesalahan peramalan. Kombinasi peramalan berdasarkan penjualan konsumen akhir dapat membantu perusahaan mengurangi tingkat kesalahan.

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Categories
Bahasa Inggris Biodata Pendidikan

Marshanda – Biografi Bahasa Inggris

Marshanda – Biografi Bahasa Inggris

Marshanda - Biografi Bahasa Inggris
Marshanda – Biografi Bahasa Inggris

Marshanda

Andriani Marshanda (born in Jakarta, August 10, 1989; age 30) is an Indonesian artist, soap opera star, commercial star, singer and presenter. He is known for his role as Lala in Angel, Gift (Nia) in Grace and Yuni in Third Person.

Marshanda is a Minangkabau born from Irwan Yusuf and Riyanti Sofyan from Guguak Tabek Sarojo, Agam, West Sumatra. The eldest of three siblings was born in Jakarta, Indonesia, August 10, 1989 with the sign of Leo. His two siblings are Adrian (Didi) and Allysa (Lisya). When he was 3-4 years old he had lived in Lumpia City, Semarang, on Jalan Pleburan V near the Undip campus. At that time his father worked for about two years in Semarang. He is Snake.

This Muslim Marshanda started his career in the advertising world since the first grade of elementary school accidentally or accidentally, at which time Marshanda accompanied his famous model aunt, Chintya Rustam, a former Lux soap ad model to the Citra Lintas advertising agency. It turns out that once there, Marshanda was asked to be included casting. Until finally casting in 1997 Marshanda was chosen to star in Bank Danamon ads. Furthermore Marshanda starred in a number of television and print media advertisements, including Filma, Cadbury Eclairs, Supermi Chicken Onions, Ice Mony, Tango Wafers, Chicken Nuggets, Carvil Millennium, Milk Flags, Belia, Emeron, Bank Tamara and Vaseline.

Marshanda, who idolizes Christina Aguilera, Britney Spears and M2M, has been fond of singing since she was a child, as well as participating in vocal training in Paranadjaja and ballet lessons. But he is still not confident with his ability to sing, so he is sometimes still ashamed to sing in front of the crowd.

Marshanda’s goal is to become an agricultural engineer and singer and finally want to be a psychologist. Marshanda’s desire to become a singer got a chance when he met a famous children’s songwriter Papa T Bob. The beginning of Mashanda’s meeting with Papa T Bob also happened accidentally. At that time Marshanda often recorded their voices while singing, her mother who heard that Marshanda sounded good and tried to send her to the Marshanda agency. Somehow, but Papa T Bob knows and is interested. Next Papa T Bob immediately made two songs for him. Papa T Bob prepared a special song that fit the Marshanda voice character. Finally Marshanda entered the recording kitchen by sponsoring the song “Hang the Dream of Dream” created by Papa T Bob. Formerly 10 Years Together with Milk Flag Television Advertising with Budenya Chintya Kusuma, Former Model Woman Cover Anita 1991 to Puri Emeron Advertising Bureau.

Baca Juga:

Categories
Bahasa Inggris Biodata Pendidikan

Agnez Mo – Biografi Bahasa Inggris

Agnez Mo – Biografi Bahasa Inggris

Agnez Mo - Biografi Bahasa Inggris
Agnez Mo – Biografi Bahasa Inggris

Agnez Mo

Agnes Monica Muljoto (born in Jakarta, July 1, 1986; age 33 years) or now known as Agnez Mo, is an Indonesian singer and artist. He began his career in the entertainment industry at the age of six as a child singer. Agnez has released three children’s albums that managed to deliver his name to a row of popular little singers in the 1990s. In addition to singing, he also serves as a presenter on several children’s television shows. As a teenager, Agnez began to dive into acting. His appearance in the soap opera Early Marriage (2001) successfully catapulted his name. Agnez then starred in a series of soap operas that made him the most expensive paid teenage artist at the time.

In 2003, Agnez released her first adult album, And the Story Goes, which again made its name in the Indonesian music industry. His success in the country pushed Agnez to set a target for a career in the international arena. On her second album, released in 2005, Whaddup A ‘…?!, She collaborated with American singer Keith Martin to collaborate. Agnez was also involved in shooting two Asian drama series, The Hospital and Romance In the White House in Taiwan.

Agnez won two consecutive years for her performance at the Asia Song Festival in Seoul, South Korea, in 2008 and 2009. On her third album, Sacredly Agnezious (2009), she began to be involved as a producer and songwriter. In 2010, he was appointed as one of the judges at the Indonesian Idol talent search event. He was also one of the hosts on the red carpet at the 2010 American Music Awards in Los Angeles, United States.

As Agnez rides to the peak of popularity, her appearance and fashion style become a trend among young people. Aside from being commercially successful, Agnez is the singer with the most awards in Indonesia. To date, he has won 170 trophies from 327 nominations he won. Some of them are 18 Indonesian Music Awards, 8 Panasonic Awards, 5 Nickelodeon Indonesia Kids’ Choice Awards, 4 MTV Indonesia Awards, 3 Asia Song Festivals, 2 Bandung Film Festivals, 2 Mnet Asian Music Awards, 1 Shorty Awards, and 1 MTV Iggy . In addition, he has been trusted to be the anti-drug ambassador for Asia and the MTV EXIT ambassador in combating human trafficking. And in 2017, PT. Pos Indonesia makes his face plastered on the Prisma Stamps in Indonesia.

Baca Juga:

Categories
Bahasa Inggris Biodata Pendidikan

Reza Rahadian – Biografi Bahasa Inggris

Reza Rahadian – Biografi Bahasa Inggris

Reza Rahadian - Biografi Bahasa Inggris
Reza Rahadian – Biografi Bahasa Inggris

Reza Rahadian

Reza Rahadian Matulessy (born in Bogor, March 5, 1987; age 32 years) or better known as Reza Rahadian is an Indonesian actor who started his career as a model and became famous after his role in the Woman Berkalung Sorban. He studied acting while in high school and made his film debut in 2004. Since receiving his first Citra Cup in 2009, he has acted in more than a dozen films, from comedy and romance to drama and biopic.

Early life
Reza was born in Bogor, March 5, 1987, the son of Rahim and Pratiwi Widantini Matulessy. The name Rahadian is a combination of the names of his parents, which means the children of Rahim and Pratiwi, while Matulessy is the mother’s family name.

His childhood was spent in 3 cities. Together with his mother, he lives in his grandmother’s house in Gadog, Bogor. His parents have been separated since he turned 6 months old. Despite growing up since childhood with a mother who became a single parent, she never felt lost of the father figure. Since childhood, Reza grew up in a family with a different religion. The mother who adheres to Christianity, always teaches Reza, who is Muslim to have an attitude of mutual tolerance among religious people.

Career
Reza began his early career in the entertainment world by becoming a model. Previously, Reza won the Favorite Top Guest magazine, Aneka Yess! 2004. Although he never became a professional model. Instead, he regards modeling as a way to help him become an actor. Reza started his acting career in soap operas, such as “My Girlfriend’s Nerd”, produced by Rapi Films in 2005. He began his film debut in 2007, with the genre of horror-comedy films. From the soap opera, Reza began to get several offers to play in feature films. the following year he acted in the horror film Ghost Island 2.

Reza played in the film directed by Hanung Bramantyo entitled Perempuan Berkalung Sorban, this was his first to receive critical recognition in 2009. Although he initially auditioned for minor characters, Hanung chose Reza to play a bigger role – Samsuddin, the main character who rude character, polygamous husband. Through the film Perempuan Berkalung Sorban, Reza won the 2009 Citra Cup in the category of Best Supporting Actor. He acted in four other films that year which included 3 Hearts of Two Worlds, One Love that succeeded in making Reza won the winner as the Best Male Actor at the Indonesian Film Festival, and How Funny (Country) this was including three other comedy films.

In 2011 Rahadian acted in four films. These include the role of Tudo, a dolphin expert, in the debut of director Kamila Andini entitled The Mirror Never Lies; for the role in this film, Reza learns about dolphins in Ancol, North Jakarta. In addition to acting he directed a short film, titled Next.

Reza played in six films in 2012. For the film BrokenHearts, where he played as an anorexic, he lost 10 pounds to prepare for his role. Then he acted in the film Perahu Kertas and its sequel, which was adapted from a novel of the same name by Dewi Lestari; Reza plays the role of Remi, a businessman who becomes a romantic coating for the main character. According to Niken Prathivi, a journalist from The Jakarta Post believes that Reza has performed well “as expected”, showing a mental struggle between love and business.

Towards the end of 2012, Reza played the role of former president B.J. Habibie in the biography of Faozan Rizal with a film titled Habibie & Ainun, which tells the romance between Habibie and his wife, Ainun (played by Bunga Citra Lestari). In an article, Niken Prathivi wrote that Reza had given a “perfect” representation of the former president and his behavior. [9] That made Reza won the Winner in the category of Best Male Actor at the 2013 Indonesian Film Festival.

Baca Juga:

Categories
Bahasa Inggris Biodata Pendidikan

Iko Uwais – Biografi Bahasa Inggris

Iko Uwais – Biografi Bahasa Inggris

Iko Uwais - Biografi Bahasa Inggris
Iko Uwais – Biografi Bahasa Inggris

Iko Uwais

Uwais Qorny or known by the stage name Iko Uwais (born in Jakarta, 12 February 1983; age 36 years) is a male actor, a substitute actor, and an Indonesian martial arts athlete. He began his first show in the world of film when he played Yuda, an overseas ethnic Minangkabau in the film Merantau in 2009.

Personal life
Iko was raised in a Betawi neighborhood (a native of Jakarta). Since he was 10 years old, he studied Indonesian regional martial arts, pencak silat at his uncle’s college, Tiga Berantai, which is a Betawi silat. In 2003, he was ranked third in the Jakarta-level pencak silat tournament. In 2005, he became the best fighter in the demonstration category at the National Silat Championship.

In addition to martial arts, he also actively plays soccer. Iko was once a midfielder in the B-League of Indonesian soccer club, but his dream of being a stalled star after the shelter club went bankrupt. His martial arts skills have given him the opportunity to travel abroad in a number of martial arts demonstrations in Britain, Russia, Laos, Cambodia and France.

Iko Uwais married the singer Audy Item on June 25, 2012,  after dating for 3 months. And now they have two children.

Career
Meeting with Gareth Evans
In 2007, Iko’s martial arts talent was discovered by a Welsh film director, Gareth Evans who was in the process of filming a documentary about silat at the Iko silat school. Iko’s great natural charisma in front of the camera prompted Evans to make him the main actor for his first martial arts film, Merantau.  After signing a five-year contract with Gareth Evans and his production company, Iko resigned from his daily job as a driver at a telecommunications company.

Wander off
In his first experience acting in Merantau, Iko played the role of a young Minang from West Sumatra, where he learned the Minang Tiger Silat (Sumatran tiger style) from the Silat Master, Edwel Yusri Datuk Rajo Gampo Alam. “Merantau” was released in Indonesia on August 6, 2009. The film was shown at the Puchon International Fantastic Film Festival in Puchon, South Korea and Fantastic Fest in Austin, Texas with very positive reviews. Merantau won the Best Film award at the 2010 Action Fest.

The raid
Iko’s second collaboration with Gareth Evans was in the film titled The Raid (later released with the international title “The Raid: Redemption”), which began filming in mid-March 2011 and was released internationally, namely on 22 March 2012 in Australia and New Zealand; March 23, 2012 in Indonesia and North America and May 18, 2012 in the United Kingdom. The film has catapulted the name of Iko after being responded by critics and viewers at various festivals as one of the best martial arts films after a period of years. In this film Iko also served as a choreographer with fellow actor / fighter Yayan Ruhian.

The third film of the bloody Minang actor, which is being planned with Gareth, is temporarily titled as “Rascal” (International “The Raid: Retaliation”). The Raid sequel has begun filming in early 2013, and is planned for an early 2014 release.

Baca Juga:

Joe Taslim – Biografi Bahasa Inggris

Categories
Bahasa Inggris Biodata Pendidikan

Joe Taslim – Biografi Bahasa Inggris

Joe Taslim – Biografi Bahasa Inggris

Joe Taslim - Biografi Bahasa Inggris
Joe Taslim – Biografi Bahasa Inggris

Joe Taslim

aerix-group.com – Johannes Taslim (born in Palembang, June 23, 1981; age 38), or Joe Taslim is an Indonesian athlete and actor. The silver-medal Judo athlete at the 2007 SEA Games played a role in the films The Raid: Redemption (2012) and Fast and Furious 6 (2013).

Career
Martial arts and sports
Taslim had learned martial arts from an early age. He mastered wushu, judo, taekwondo, and pencak silat. However, he prefers Judo and this decision makes him a professional judo athlete. He won several gold medals at the national championship, one gold medal at the 1999 Southeast Asian judo championship, and one silver medal at the 2007 SEA Games. Taslim was a member of the Indonesian judo national team from 1997 to 2009. After being injured, he decided to retire.

Film
Taslim is active as a model and actor. He appeared in various magazines, television advertisements, and a number of Indonesian films. In 2008–2009, Joe Taslim participated in several castings to become actors in the film industry, until in 2010, Taslim got the role of Jaka, a special forces sergeant in the film The Raid: Redemption, after taking part in a series of fights auditions. After The Raid, Taslim was involved in the first horror action film made by HBO Asia, Dead Mine, which was released in a number of Asian countries in September 2012 and premiered on all HBO Asia television channels.

In July 2012, Variety reported that Taslim was involved in the film Fast and Furious 6 (2013). Taslim plays the antagonist Jah, a cold-blooded killer who uses his martial arts and parkour abilities to fight his protagonists, Dominic Toretto (Vin Diesel) and Brian O’Conner (Paul Walker). In 2016, Taslim again starred in the big Hollywood film Star Trek Beyond. In the film, he plays an alien character named Manas.