Categories
Pendidikan

Ekonomi Manjerial dalam Mengambil Keputusan

Ekonomi Manjerial dalam Mengambil Keputusan

Ekonomi Manjerial dalam Mengambil Keputusan

Pengambilan Keputusan pelaku ekonomi dalam menentukan pilihan yang beresiko memerlukan informasi. Salah satu masalah terbesar yang dihadapi para pengambil keputusan ialah bagamimana memperoleh informasi yang :

  • dapat dipercaya
  • relevan
  • mutakhir.

Informasi yang didapat dari berbagai cara dan sumber ini sangat membantu dalam pengambilan keputusan, akan tetapi informasi-informasi tersebut harus kita analisa lagi untuk melakukan langkah selanjutnya.

Informasi awal yang didapat memerlukan suatu proses analisis yang tepat, agar keputusan yang diambil tidak beresiko bahkan akan meningkatkan keuntungan. Ekonomi Manajerial adalah aplikasi teori ilmu ekonomi mikro untuk mengambil keputusan-keputusan manajerial. Dalam menganalisa materi ekonomi guna pengambilan keputusan memererlukan sedikit bahasan aljabar.

Teori kesejahteraan pertama dan pasar bersaing sempurna adalah ringkas esensi ilmu ekonomi mikro. Membahas model pengambilan keputusan konsumen dan produsen. Cara membahas yang efisien adalah dengan berangkat dari asumsi standar pelaku ekonomi yang rasional dan selalu menghadapi law of diminishing returns. Hukum ini bekerja dalam proses konsumsi dan produksi. Pada dasarnya karakteristik fungsi produksi dengan asumsi law of diminishing returns akan muncul dalam fungsi biaya. Dengan fungsi biaya tersebut, produsen menghadapi harga yang muncul dari struktur pasar tertentu. Struktur pasar yang terjadi bisa diidentifikasi dengan satu variabel, yaitu entry barriers. Peringkat entry barriers pasar adalah monopoli, oligopoli, persaingan monopolistik (monopolistic competition) dan pasar bersaing sempurna. Di struktur pasar oligopoli dimana produsennya sedikit, sehingga masing-masing mempunyai kekuatan pasar (market power), proses optimalisasinya akan memperhitungkan aksi/reaksi kompetitornya. Analisis perilaku strategis ini dibahas dengan perangkat game theory. Pola pengambilan keputusan pelaku ekonomi menentukan pilihan yang beresiko. Pelaku ekonomi tetap mengoptimalkan utility mereka. Karena pilihannya beresiko, hasil keputusan menjadi tidak pasti. Pelaku ekonomi hanya bisa mengharapkan perubahan utility mereka setelah mengambil keputusan beresiko.

Esensi ilmu ekonomi adalah memaksimumkan utility pelaku ekonomi dengan kendalanya masing-masing. Pola pikir ini persis dengan teknik matematika optimalisasi Lagrange yang biasa dipelajari.

 

Penawaran dan Permintaan

Esensi ilmu ekonomi mikro adalah teori alokasi harga. Harga dibentuk oleh pasar yang mempunyai dua sisi, yaitu penawaran dan permintaan. Harga yang merupakan sinyal kelangkaan (scarcity) suatu sumberdaya ini mengarahkan pelaku ekonomi untuk mengalokasikan sumberdayanya. Pasar sendiri terkadang menghasilkan harga yang fluktuatif atau tidak mencerminkan nilai barang yang sesungguhnya. Oleh karena itu pemerintah/produsen perlu melakukan intervensi dalam penentuan harga.

 

Teori Kesejahteraan Ekonomi Pertama

Penyegaran teori ekonomi, yaitu dengan menampilkan teori kesejahteraan ekonomi pertama. Dalam hal ini pembahasan menekankan teknik analisis general equilibrium. Permasalahan ekonomi muncul jika ada kegagalan pasar (market failures). Faktor-faktor yang menyebabkan munculnya kegagalan pasar adalah kekuatan pasar, infromasi asimetris, eksternalitas atau barang-barang publik. Kegagalan pasar merupakan inti permasalahan dalam perekonomian.

 

Pasar Bersaing Sempurna : Struktur Pasar Laboratorium

Pasar bersaing sempurna adalah pasar khayalan yang amat ideal. Model ini membentuk skenario yang menghasilkan alokasi sumberdaya secara optimal. Model ini adalah skenario standar ilmu ekonomi. Oleh karena itu, membahas asumsi-asumsi yang melandasi terbentuknya pasar bersaing sempurna.

Model ekonomi adalah sebuah penyederhanaan fenomena-fenomena ekonomi yang tentu saja sangat simpel. Model pasa bersaing sempurna adalah syarat perlu untuk bisa menangkap fenomena perekonomian secara lebih muda dan konsisten. Fenomena-fenomena ekonomi, bahkan kebayakan aspek kehidupan, bisa dijelaskan dengan mengidentifikasi pelanggaran asumsi-asumsi pasar bersaing sempurna.

 

Konsumen

Konsumen yang melakukan optimalisasi konsumsi yang membentuk permintaan individu, terbentuknya permintaan pasar dan menampilkannya dalam model yang bisa diestimasi (statictical model). Tampilan eksplisit fungsi utilitas dan permintaan yang “indah” adalah fungsi Cobb-Douglas. Aplikasi mengindentifikasi konsumsi (alokasi sumberdaya) yang tidak efisien dari kacamata masyarakat (social cost).

 

Produsen : Cobb-Douglas

Proses produksi standar (dengan asumsi law of diminishing returns) dan karakteristik-karakteristik optimality-nya ditampilkan secara eksplisit dengan fungsi produksi Cobb-Douglas. Dengan model fungsi Cobb-Douglas, diperkenalkan pelanggaran-pelanggaran asumsi standar tertentu.

 

Penyegaran Statistika

Nilai estetika adalah statistik krusial dalam banyak keputusan produsen atau regulator. Untuk mendapatkan nilai elasitisitas, perlu melakukan estimasi.

Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana menarik data, menganalisis, meringkas dan menampilkan data tersebut sehingga menjadi lebih informatif. Standardisasi proses tersebut menjadikan statistika bahasa bahasa baku penelitian. Pelajaran statistika biasanya ditangkap sebagai keterampilan teknis menghitung statistik. Pola pikir statistik sulit terbentuk, baik dalam penelitian maupun dalam realita/observasi. Dengan demikian peluang salah kaprah yang banyak terjadi dalam statistik bisa lebih kecil.

 

Elastisitas

Dalam ilmu ekonomi, konsep elastisitas mengukur respons perubahan suatu variabel terhadap variabel lainnya. Elastisitas harga mengukur dampak permintaan suatu barang jika harga barang tersebut berubah. Permintaan suatu produk juga berubah karena perubahan pendapatan dan harga barang lain. Nilai elastisitas merupakan faktor penting untuk menentukan harga suatu produk. Produsen yang mempunyai market power menggunakan nilai elastisitas harga untuk mengoptimalkan keuntungannya. Nilai elastisitas bisa diestimasi dengan menggunakan teknik regresi.

 

Law of Diminishing Returns dan Struktur Biaya

Informasi yang terkandung dalam fungsi biaya adalah sama dengan informasi yang ada di dalam fungsi produksi, kemudian memasukkan faktor competitive market demand, dan menampilkan perilaku produsen dalam memgambil keputusan dengan kendala struktur ongkos standar dan competitive market demand.

 

Analisis Keuntungan

Tujuan produsen adalah mengoptimalkan keuntungan. Jika produsen harus rugi, kerugiannya harus minimal. Dalam kondisi standar, yaitu dengan asumsi adanya law of diminishing returns dalam proses produksi, perusahaan bisa memperoleh keuntungan di atas normal. Namun, keuntungan di atas normal akan dieliminasi oleh pendatang baru. Dan, akhirnya semua produsen akan menikamti keuntungan normal. Perusahaan akan tetap memilih beroperasi meskipun mengalami kerugian, asalkan perusahaan masih mampu menutupi biaya variabel.

 

Pricing : Diskriminasi Harga

Pricing membahas bagaimana penjual menentukan harga produknya (secara optimal). Untuk itu, secara umum, penjual memerlukan informasi elastisitas konsumen. Elastisitas konsumen bervariasi bergantung pada masing-masing individu, kelompok individu, waktu konsumsi dan akumulasi konsumsi.

 

Struktur Pasar

Harga adalah faktor utama dalam mengalokasikan sumberdaya pelaku ekonomi. Harga diproduksi oleh pasar. Ada beberapa struktur pasar yaitu : pasar bersaing sempurna, monopoli, oligopoly dan kompetisi monopolistik (monopolistic competition). Variasi struktur pasar bisa diindikasikan dengan tingkat/derajat kekuatan pasar (market power).

 

Regulasi Pasar

Pemerintah sering meregulasi pasar. Dampak dari regulasi selalu akan tercermin di harga. Jika pemerintah mengeluarkan lisensi monopoi kepada pelaku ekonomi untuk suatu produk, maka harga produk tersebut akan menjadi relatif lebih tinggi dibandingkan dengan harga internasional. Harga yang tinggi ini akan menyenangkan produsen, tapi merugikan konsumen. Salah satu tujuan pemerintah adalah transfer pendapatan dari kelompok ekonomi yang satu ke yang lain.

Selain transfer pendapatan, regulasi bertujuan untuk merealokasikan sumberdaya sehingga menjadi optimal. Jika regulasi untuk efisiensi maka regulator akan mendapat pembenaran jika regulasi bersifat menghilangkan atau mengurangi derajat kegagalan pasar tanpa mengakibatkan kegagalan pasar di produk lainnya.

 

Expected Utility dan Analisis Judi

Secara umum, pelaku ekonomi menghadapi pilihan-pilihan yang beresiko dalam menentukan pilihan-pilihan beresiko yaitu teori expected utility.

 

Aplikasi Game Theory : Cheating

Pasar bersaing sempurna merupakan institusi pasar ideal dengan jumlah pemain banyak. Namun, dalam realita biasanya jumlah pemain dalam pasar “sedikit” seperti dalam struktur pasar oligopoli. Dalam hal ini pemain-pemain pasar, terutama para penjual akan berperilaku strategis. Game theory yang sekarang mendominasi aplikasi kebijakan-kebijakan ekonomi.

 

Asymmetric Information : Lemon

Dalam pasar bersaing sempurna, para pelaku ekonomi mengerti perilaku ekonomi lain dengan sempurna (perfect foresight). Dalam realita, pemain pasar yang satu tidak mengerti dengan sempurna pelaku yang lainnya (asymmetric information).

 

Alokasi Intertemporal : Capital Budgeting

Ilmu ekonomi secara umum membahas alokasi sumberdaya (resource allocation). Dalam capital budgeting, pelaku ekonomi mengambil keputusan dalam kondisi beresiko dan bersifat intertemporal. Untuk itu biasanya digunakan teori net present value (NPV). Membandingkan tiga teori pengambilan keputusan yaitu : memaksimumkan utility, memaksimumkan expected utility dan memaksimumkan net present value.

Dalam analisa ekonomi di atas menggambarkan bagaimana harga yang diproduksi oleh struktur pasar bersaing sempurna akan mampu mengalokasikan sumberdaya secara optimal. Dalam struktur pasar bersaing sempurna, konsumen mengoptimalkan utility-nya, dan produsen mengoptimalkan keuntungannya. Asumsi standar konsumen dan produsen adalah hukum pengembalian yang semakin berkurang (law of diminishing returns). Hukum ini berlaku dalam proses konsumsi dan produksi. Selain itu, asumsi ini juga akan tercermin dalam struktur biaya (dan konsumsi), yaitu dalam bentuk kenaikan biaya marjinal yang semakin menaik.

Konsep kuantitatif yang paling penting dalam ekonomi adalah elastisitas, yang pada dasarnya mengukur perubahan permintaan suatu barang jika variabel yang mempengaruhi (misalnya pendapatan dan harga barang lain) berubah. Informasi ini penting bagi produsen yang mempunyai kekuatan pasar (market power) untuk mengoptimalkan keuntungannya dengan mengubah harga. Untuk mendapatkan angka elastisitas, seseorang perlu melakukan estimasi statistika.

Dalam mengambil keputusan, seorang pelaku ekonomi menghadapi faktor regulasi yang diproduksi pemerintah. Regulasi akan bermuara pada perubahan harga produk, dan akhirnya pada masalah alokasi sumberdaya. Pemerintah meregulasi perekonomian karena alasan efisiensi atau distribusi pendapatan. Acuan regulasi untuk efisiensi adalah jelas yaitu konsep pareto optimal. Secara umum, pasar akan mampu mengalokasikan sumberdaya secara optimal. Selain karena alasan efisiensi, pemerintah melakukan regulasi karena alasan distribusi pendapatan. Oleh karena itu, regulasi sering menjadi target para pelobi untuk mendapatkan transfer pendapatan.

Dalam asumsi standar, faktor resiko belum muncul secara eksplisit. Dalam kondisi yang beresiko (uncertainty), pelaku ekonomi akan konsisten memaksimumkan utility-nya. Pelaku ekonomi mempunyai preference yang beragam terhadap pilihan beresiko seperti judi. Preference tersebut bergantung pada factor-faktor seperti tingkat pendapatan dan faktor inheren (misalnya kelompok masyarakat tertentu mempunyai derajat risk averse yang relatif tinggi.

Setelah melalui proses analisa ekonomi dan pertimbangan-pertimbangan untung/ruginya pelaku ekonomi dapat menarik suatu kesimpulan, yang selanjutnya bisa dijadikan sebagai keputusan.

 

Sumber : https://seputarilmu.com/