Categories
Pendidikan

Karakteristik atau Ciri-Ciri Orang Miskin

Karakteristik atau Ciri-Ciri Orang Miskin

Karakteristik atau Ciri-Ciri Orang MiskinKarakteristik Kemiskinan

Emil Salim (1976) mengemukakan lima karakteristik kemiskinan, lima karakteristik kemiskinan:

  • Orang miskin seringkali tidak memiliki faktor produksi sendiri.
  • Tidak mungkin mendapatkan aset produksi dengan kekuatan Anda sendiri.
  • Tingkat pendidikan secara umum.
  • Banyak yang tidak memiliki fasilitas.
  • Mereka mencoba menjadi relatif muda di antara mereka dan tidak memiliki keterampilan atau pendidikan yang tepat.


Ciri-Ciri Kelompok Miskin

  • Rata-rata tidak memiliki faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, peralatan kerja dan keterampilan.
  • Tingkat pendidikan rendah.
  • Mayoritas bekerja atau berbisnis di perusahaan mereka sendiri dan kecil (sektor informal), tidak lengkap atau menganggur (tidak bekerja).
  • Sebagian besar dari mereka berada di daerah pedesaan atau perkotaan tertentu (daerah kumuh).
  • (Dalam jumlah yang cukup), kebutuhan dasar, kurangnya kesempatan untuk mendapatkan pakaian, perumahan, dan layanan kesehatan sosial lainnya.


Kelompok orang miskin di komunitas pedesaan dan perkotaan umumnya dapat diklasifikasikan sebagai pekerja pertanian, petani kecil, pedagang kecil, nelayan, pengrajin kecil, pekerja, pedagang kaki lima, pedagang kaki lima, tukang cuci, pengemis, pengemis dan penganggur.


Untuk Mengukur Kemiskinan

Indonesia melalui BPS menggunakan pendekatan kebutuhan dasar yang dapat diukur dengan jumlah atau angka indeks hitungan kepala, yaitu jumlah dan persentase orang miskin di bawah garis dasar. kemiskinan. Garis kemiskinan selalu ditetapkan pada tingkat yang tetap secara nyata, sehingga kita dapat mengurangi kemiskinan dengan mengikuti kemajuan yang dicapai dalam pengurangan kemiskinan dari waktu ke waktu. Salah satu cara untuk mengukur kemiskinan di Indonesia adalah dengan mengukur tingkat ketimpangan pendapatan di antara kaum miskin, seperti koefisien Gini (GP) di antara kaum miskin atau koefisien variabel pendapatan (CVP) di antara kaum miskin. Koefisien Gini atau CV di antara orang miskin adalah penting karena dampak guncangan ekonomi terhadap kemiskinan bisa sangat berbeda tergantung pada tingkat dan distribusi sumber daya di antara orang miskin.

 

Prinsip – prinsip pengukuran kemiskinan:

  • Independensi anonimitas, ukuran cakupan kemiskinan, tidak boleh bergantung pada siapa yang miskin atau apakah negara itu memiliki populasi besar atau kecil.
  • Monotenity, yaitu, jika kita memberikan sejumlah uang kepada seseorang di bawah garis kemiskinan, jika semua pendapatan lain perlu distabilkan, kemiskinan yang dihasilkan tidak bisa lebih tinggi dari sebelumnya.
  • Sensitivitas distribusi, yang, antara lain, menunjukkan bahwa jika pendapatan ditransfer dari si miskin ke si kaya, ekonomi pada akhirnya akan semakin buruk.

 

 

 

Sumber : https://materi.co.id/